Oleh Ilma Insani al-Fudhel
Kapan sang Rabb merindukanmu
Saat Dia jadikan angin sepoi dingin
Pada waktu malam
Saat Dia jadikan angin sepoi dingin
Pada waktu malam
Kapan sang Rabb merindukanmu
Saat Dia kirimkan nyamuk
Menggit dan membangunkanmu
Pada waktu malam
Saat Dia kirimkan nyamuk
Menggit dan membangunkanmu
Pada waktu malam
Kapan sang Rabb merindukanmu
Saat Dia singkap dan jatuhkan selimutmu
Pada waktu malam
Saat Dia singkap dan jatuhkan selimutmu
Pada waktu malam
Namun kau tarik kembali selimut
Untuk melindungimu
Dari dinginnya sepoi
Dan gelinya gigitan nyamuk
Untuk melindungimu
Dari dinginnya sepoi
Dan gelinya gigitan nyamuk
Namun Sang Rabb masih
merindukanmu
Dia ucapkan...
Wahai orang yang berselimut
Bangunlah, bacalah Al-Qur'an
Dan tartilkanlah
Dia ucapkan...
Wahai orang yang berselimut
Bangunlah, bacalah Al-Qur'an
Dan tartilkanlah
Namun kau pun abaikan
Dan biarkan
Tulisan tersebut penuh debu
Dan biarkan
Tulisan tersebut penuh debu
Sang Rabb masih merindukanmu
Dia ucapkan...
Wahai orang yang berselimut
Bangunlah, agungkanlah Rabbmu
Dia ucapkan...
Wahai orang yang berselimut
Bangunlah, agungkanlah Rabbmu
Namun kau biarkan
Dan tak rasakan bahwa
Yang dirindu sedang merindu
Dan tak rasakan bahwa
Yang dirindu sedang merindu
Hingga Dia bangunkan
Dirimu dalam keadaan seorang diri
Di alam yang berbeda
Dirimu dalam keadaan seorang diri
Di alam yang berbeda

Mantull 😪😪
ReplyDelete