Secuil Kata Tentang Nikah Muda



 Oleh : Abdul Azis
               
 Maraknya Hijrah pada kaula muda semakin memberi good vibes yakni energi positif bagi pelakunya serta lingkungan sekitar. Begitu pun tentang asmara, mereka pun kini Hijrah ingin lebih mengetahui bahkan menjalani cinta berdasarkan ketentuan Islam itu sendiri.
  
              Ini alasan kenapa Nikah Muda menjadi trend muda masa kini, cinta itu fitrah manusia maka jelas semua manusia butuh akan cinta. Apalagi dizaman yang modern ini semua tayangan di televisi, di media sosial, di layar lebar pun banyak menceritakan percintaan.

                Tentunya kita lihat sekarang sudah banyak kalua muda yang lebih memilih Nikah Muda dari pada berlama-lama pada hubungan yang tidak jelas, bahkan islam melarang hubungan itu. Walaupun respon masyarakat tak semua positif, penulis memandang bahwa perubahan kaula muda menjadi lebih agamis itu sangat baik, apalagi mampu membawa dampak baik juga untuk yang lain.
                Namun perlu juga kita ketahui nikah itu perlu bekal cukup. Dengan apa nanti kita mendidik dan membina keluarga? Dengan apa nanti kita bisa makan? Apakah karena masalah kecil kita mudah ceraikan istri layaknya pacaran yang putus nyambung?, oleh karena itu tentu kita butuh bekal cukup untuk menikah. Ilmu perlu kita cari, finansial perlu kita cari, mental pun perlu dibangun.

                Islam merekomendasikan Nikah sebagai sarana menyalurkan cinta kasih manusia terhadap lawan jenisnya, namun tidak hanya itu Nikah juga adalah Ibadah yang didalamnya ada aturan, ketaatan, dan keistiqomahan bagi siapapun yang melaksanakannya.

                Taaruf sebagai cara pengenalan yang paling baik menurut Islam, dengan taaruf kita lebih diuji ketaatan bahwa sejatinya nikah itu Ibadah, dengan taaruf juga kita lebih menjemput jodoh yang telah dipilih langsung oleh Allah SWT.
                Sedikit analogi “ ketika kalian ingin membeli baju, kalian sudah punya pilihan seperti ini bahannya, motifnya dan warnanya. Lalu kalian datang ke toko paling besar dan lengkap, kemudian kalian mencari model yang kalian inginkan dan akhirnya kalian menemukannya. Ketika ditanya ke penjualnya ternyata size (ukuran) nya tidak sesuai dengan yang kalian mau.
Kira kira kalian mau memaksakan membeli baju itu, dengan size (ukuran) kekecilan atau kedodoran, atau menerima rekomendasi dari penjual yang modelnya hampir sama dan sizenya pas dengan kalian bahkan bahan, motif dan warna lebih bagus kualitasnya dari yang kalian ingin kan? ”

Sama halnya dengan jodoh, ketika kita sudah punya pilihan dengan tipe yang kita inginkan dan hubungan yang sudah lama dijalin sehingga kita merasa cocok dan bersikeras inginkannya, kemudian Allah ingin memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, karena Allah tau dia tidak pas dengan kita. Apakah kita akan mengkerdilkan hati seakan menolak pilihan yang direkomendasikan Rabb kita, bahkan akan memaksakan diri karena sudah nyaman mungkin, atau fake love mungkin, sehingga ingin bersikeras memilihnya layaknya kita membeli baju kedodoran?
Life is choice hidup adalah pilihan, jangan kerdilkan hatimu pilihlah sekarang sebelum kamu menyesal karena telah mengabaikan Rabb mu.

“Hanya Allah yang berhak berkata cocok dan mencocokan suatu hubungan,”-kunazis

               
Share on Google Plus

About Ahsanul Qurun

4 komentar: