Tadabur Al Qur’an






Oleh Dini Wirdia Lestari


ان في خلق السماوات والارض واختلاف اليل و النهار لايات لاولى الالباب(١٩٠)
 الذين يذكرون الله قياما و قعودا و يتفكرون في خلق السماوات و الارض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار(١٩١)

Ayat yang tertera di atas merupakan salahsatu bagian dari surat Al Imran yang menjelaskan Kriteria seorang Ulul Albab, lantas Siapakah Ulul Albab itu ?

الذين يذكرون الله قياما و قعودا و علي جنوبهم

"Mereka adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring"
Aktifitas manusia tidak terlepas dari berdiri,duduk dan berbaring dan kesemuanya itu menjadi 
washilah untuk kita selalu berdzikir kepada Allah. Ulul Albab juga adalah
و يتفكرون في خلق السماوات و الارض

Ulul albab adalah orang-orang yang selalu bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi dan tidak ada kesia-siaan dalam penciptaan keduanya. Merujuk pada hal ini setidaknya ada beberapa Macam tafakur.

1.Tafakur fii annatillah

Yaitu berfikir tentang keagungan allah yang akan menghasilkan ketauhidan yang kuat contohnya kita bertafakur tentang penciptaan manusia bagaimana Allah menciptakan kita yang awalnya hanya نطفة  kemudian setelah 40 hari berubah menjadi علقة  kemudian setelah 40 hari nya lagi berubah menjadi مضغة   dan kemudian setelah 40 hari nya lagi baru di kirimkan malaikat  untuk meniupkan ruh kepadanya dan menuliskan empat perkara yang telah di tetapkan yaitu: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka serta bahagianya.

2.Tafakur fii ni'matillah
Berfikir tentang nikmat yang telah di berikan Allah kepada kita sehingga akan melahirkan rasa syukur sebagaimana di cantumkan dalam Surah Ibrahim Ayat 7
و اذ تأذن ربكم لىن شكرتم لازيدنكم و لىن كفرتم ان عذابي لشديد)

Bagaimana mungkin ketika kita bertafakur tentang nikmat yang telah Allah berikan kepada kita lantas membuat kita kufur terhadap-Nya? Sudah berapa banyak kah oksigen yang kita hirup dengan percuma ini ? Lantas pantaskah kita berbuat makar dan tidak bersyukur terhadap nikmat-Nya?

3.Tafakur fii wa'dillah

Memikirkan tentang janji-janji Allah SWT.
Dan teman-teman tidak perlu hawatir dengan janji Allah, karena janji Allah Maha benar dan Allah tidak mungkin mmberikan harapan palsu terhadap hamba-hambaNya,  sebagaimana tercantum dalam Firmanya :
و الذين امنوا و عملو الصالحات سندخلهم جنات تجري من تحتها الانهار خالدين فيها ابدا وعد الله حقا و من اصدق من الله قيلا (النساء:١٢٢)
"
 Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan kami masukan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai , mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar, siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah’’
Disamping ini ada beberapa syarat agar kita termasuk kepada orang-orang yang di berikan janji oleh Allah.
  • kita menjadi mu'min yang muwwahid , dengan tertancam di dalam hati ketauhidan yang murni tanpa ada noda-noda syirik di dalamnya
  • kita beramal dengan berdasarkan ikhlas lillahi ta'ala dan bermutaba'ah sesuai sunnah Rasulullah SAW
4. Tafakur fii 'adazbillah

Memikirkan tentang azab Allah sehingga Melahirkan rasa takut saat akan bermaksiat kepada Allah, sebagaimana terdapat dalam Firmanya
 فلما اسفونا انتقمنا منهم فأغرقناهم اجمعين (الزحروف:٥٥)
"maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka ,lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut) .

5. Tafakur bi tasyriyati nafsi

Memikirkan kekurangan diri sehingga akan melahirkan rasa malu kepada Allah ,
Pantaskah kita sombong dengan segala titipan yang Allah titipkan kepada kita? Mau menyombongkan apa ketika semua yang kita miliki hakikat nya adalah milik Allah? Sudah seharusnya manusia merasa malu terhadap Allah, ketika Allah memberi kenikmatan yang tiada terkira sedang kita masih asyik dengan kemaksiatan yang terkadang kita tidak menyadarinya.
Sedemikian adanya,sedemikian baiknya.

*Penulis Salahsatu Santri Pondok Bina Insan Kamil Tasikmalaya

Share on Google Plus

About Ahsanul Qurun

0 komentar:

Post a Comment